Dibalik TeknologiVoIP

Meskipun berteknologi tinggi, berkomunikasi menggunakan VoIP tetap saja lebih ekonomis. Inilah salah satu faktor yang membuat teknologi VoIP menarik untuk di ikuti. Simak teknologi apa saja yang membedakan VoIP dengan telepon analog konvensional, serta keuntungan dan kelemahannya.

Packet Switch
TELEPON ANALOG yang biasa anda gunakan dirumah bekerja menggunakan teknologi Circuit Switching. Kendatin jauh dari efisisen, teknologi yang sudah di fungsikan lebih dari satu abad ini masih di gunakan sebagai standar baku jaringan telepon di beberapa negara, termasuk Indonesia.

Yang membuat biaya teknologi ini mahal adalah konsep dasar penggunaan Circuit Switching. Di sini sebuah jalur komunikasi akan di buka dan di pesan selama terjadi komunikasi. Jalur komunikasi yang ada akhirnya menjadi eksklusif di miliki oleh dua titik yang menggunakannya.

Contoh, Anda tinggal di Jakarta dan hendak menelepon kerabat yang ada di Surabaya. Selama proses komunikasi antara anda dan kerabat terjadi, jalur telepon dari Jakarta ke Surabaya adalah eksklusif milik Anda dan lawan bicara. Alhasil biaya pun membengkak karena anda harus membayar jalur telepon tadi.

Konsep berbeda di tawarkan VoIP. Seluruh data yang lalu-lalang di internet menggunakan packet Switching. Artinya, jalur yang anda pergunakan untuk berselancar di internet bukan eksklusif milik sendiri. Packet Switching memungkinkan jalur data di gunakan oleh banyak pengguna.

Agar tidak salah alamat, paket data di beri identitas khusus sehingga perangkat pendukung seperti router dapat meneruskannya (switched) ke tujuan akhir. Paket Switch menjadi alasan utama mengapa komuniksi suara menggunakan Internet Protocol (IP) memiliki perbedaaan biaya yang jauh lebih rendah.

Coder-decoder (codec)
AGAR DAPAT MELEWATI jalur packet Swith dengan baik, VoIP membutuhkan proses coder dan decoder. Proses ini mengkonversi sinyal audio menjadi data digital yang dipadatkan (kompresi) untuk kemudian di kirim lewat jalur internet. Di titik lain, data di kembangkan lagi (dikompresi), dan di ubah menjadi sinyal analog.

Konversi codec bekerja dengan cara memotong bagian sinyal (sampling) audio dalam jumlah tertentu per detiknya. Sebagai contoh, codec G.771 melakukan sampling audio sebamnyak 64.000 kali per detiknya. Jika data hasil kompresi berhasil di terima di titik lain, proses selanjutnya adalah melakukan perakitan ulang. Data yang di rakit tidak selengkap data saat pertama kali dui kirim; ada beberapa bagian yang hilang. Akan tetapi bagian yang hilang sangat kecil sehingga tidak terdeteksi oleh telinga manusia.

Codec juga bekerja menggunakan algoritma tertentu untuk membantunya memecah, mengurutkan, mengkompresi, dan merakit ulang audio data yang di transmisikan. Salah satu algoritma yang populer digunakan dalam teknologi VoIP adalah CS-ACELP (Conjugate-structure Algebraic-Code-Excited linear Prediction).

Pemilihan codec sangat berpengaruh pada penggunaan bandwith jaringan nantinya. Makin baik codec melakukan sampling, makin efisien juga jalur yang digunakan. Kualitas akhir suara juga harus diperhatikan agar tidak sekedar cepat; codec juga harus menghasilkan sinyal audio yang baik.

Soft Switch
JIKA ANDA PERNAH berkirim surat, pastinya surat-surat yang di kirim lewat jasa pos tidak langsung di antarkan ke alamat tujuan melainkan dikumpulkan ke kantor pos untuk diidentifikasi tujuan dan kelengkapanya. Begitupun yang terjadi pada proses komunikasi VoIP. Sebuah “kantor pusat” di butuhkan VoIP untuk menampung data alamat IP dan nomor telepon yang teregistrasi kepadanya “kantor pusat” tadi dikenal dengan nama Soft Switch.

Soft Switch bertugas untuk menampung seluruh data alamat IP dan nomor telepon (extension) yang ada untuk kemudian dihubungkan satu dengan lainnya membentuk interkoneksi yang lebih besar. Anda tentu akan kesulitan jika dituntut untuk menghafal alamat IP untuk setiap terminal yang ada. Karena bertugas untuk menampung seluruh titik terminal VoIP, Soft Sitch harus mengetahui alamat terminal, dan nomor telepon yang terhubung kepadanya. Selain itu alamat IP yang dimiliki titik terminal VoIP juga harus dikantongi oleh Soft Switch.

Saat ini Soft Switch yang populer digunakan dalam jaringan VoIP adalah Asterisk. Selain memiliki banyak feature dan kemampuan, Asterisk juga memiliki lisensi gratis karena dikembangkan di bawah bendera GNU Open Source. Produsen lain yang juga membuat Soft Switch dalam lisesnsi berbayar adalah Veraz Networks, MetaSwitch, Ericcson, Huawei, Italtel, Lucen, Motorola,Nortel, Marconi, Siemens, Sonus, Alcatel, Santera, Avaya, Cisco System, Cirpack, dan Xener Systems.


Protokol
PERANGKAT VoIP terdiri dari kombinasi analog, softphone, IP phon, codec, dan soft switch tentunya membutuhkan perangkat tambahan (baca:protokol) untuk dapat saling bekerja sama. Ada bebrapa protocol yang di pakai untuk membangun sebuah jaringan VoIP. Protocol ini dipilih berdasarkan perangkat dan codec apa yang akan digunakan untuk menyambungkan ke jaringan VoIP. Protocol ini di pilih berdasarkan perangkat dan codec apa yang digunakan untuk menyambungkan kejaringan VoIP. Jaringan ini juga menyertakan beberapa codec audio yang dipilih.

Protocol H.323 adalah salah satu pembuka jalan bagi teknologi VoIP. H.323 di buat, dan distandarisasi oleh badan telkomunikasi dunia ITU (International Telecomunication Union). Protocol ini memiliki spesifikasi yang lengkap untuk digunakan di berbagai aplikasi, seperti konferensi audio, bagi-pakai data dan audio (VoIP_. Meskipun demikian, H.323 tidak dibuat secara khusus untuk memenuhi kebutuhan komunikasi VoIP.

Sebagai alternative dibuatlah protokol baru bernama SIP (Sesion Initiation Protocol) yang dikembangkan secara khusus untuk aplikasi VoIP yang sedanmg berjalan.
Protokol lain yang juga sempat populer adalah MGCP (Media Gateway Control Protocol). Protocol ini lebih sering digunakan untuk mengontrol titik komunikasi diVoIP. MGCP memiliki feature tambahan yang unik, yakni Call Waiting.

Keragaman protocol ini memang memberikan banyak pilihan, tetapi juga menumbulkan masalah baru, yaitu standar. Akibat banyak perangkat yang tidak kompatibel akibat mengusung standard an protocol berbeda.


Lebih Dekat dengan protocol VoIP
Untuk dapat saling berkomunikasi, perangkat VoIP harus memiliki “bahasa” yang sama agar saling mengerti. Berikut beberapa protocol yang digunakan dalam komunikasi berbasis VoIP.

H.323
Protocol ini merupakan “payung”standar yang dikeluarkan oleh International Telecommunication Union (ITU) yang menyediakan sesi komunikasi audio-visual dalam berbagai paket jaringan. Protocol ini terakhir diimplementasikan oleh aplikasi internet, seperti NetMeeting dan Ekiga.

MGCP (H.248)
Media Gateway Control Protocol merupakan hasil dari penelitian yang di lakukan Internet Engineering Task Force (IETF), dan ITU-T Study Group 16. definisi protocol ini juga dibuat berdasarkan standar ITU-T H.248

MIME
Multipurpose Internet Mail Extensions (MIME) adalah sekumpulan standar yang mendefinisikan format pesan yang memungkinkan badan pesan dikirim selain format yang di tentukan US-ASCII. Standar pertama di protocol ini adalah RFC 2405 yang mendeskripsikan header karakteter non US-CSII.

RVP Over IP
Kepanjangan dari Remote Voice Protocol (RVP), dimanan protocol ini dimiliki (proprietary) oleh MCK Communications. RVP Oper IP digunakan utamanya dikeluarga produk MCK untuk memperluas kemampuan layanan PBX local menggunakan WAN (Wide Area Networks).

SDP
Session Description Protocol mendeskripsikan sesi awal komunikasi multimedia. Prokol ini berisi informasi nama dan tujuan sesi, informasi media, dan informasi untuk menerima media (dideskripsikan dalam karakter berformat UTF-8)


SIP
Session Initation Protocol adalah protocol yang banyak di gunakan dalam komunikasi VoIP saat ini. Berada dilapis aplikasi, SIP mengontrol implementasi sinyal VoIp menggunakan mode redirect. Beberapa layanan yang di sediakan SIP antara lain Call Forwarding, caller line identification (CLI), Basic Automatic Call Distribution(ACD).

0 Response to "Dibalik TeknologiVoIP"

Post a Comment